Change language to ...

1 September 2020

Menghitung Jarak Petir ketika Hujan

Saat hujan, biasanya langit akan disertai dengan petir. Petir sangat menakutkan bagi sebagian orang terutama petir yang mengeluarkan suara yang sangat keras. Bagaimana petir bisa terjadi? 
Petir

Petir dapat terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik statis antara awan (terutama awan hitam) dengan bumi. Awan bermuatan lebih negatif daripada bumi kita. Benda biasanya berusaha mempertahankan muatan statisnya untuk netral. Maka muatan negatif di awan akan berusaha pindah ke bumi agar muatannya netral. Perpindahan muatan ini berupa kilatan yang kita sebut sebagai petir.

Petir berusaha mencari jalur terpendek untuk mencapai bumi. Banyak pohon atau gedung-gedung tinggi disambar petir karena inilah jalur terpendeknya. Maka dari itu biasanya gedung atau rumah dipasang penangkal petir. Penangkal petir ini akan disambung dengan kawat yang kemudian ujung kawat ditanam di tanah (bumi). Supaya pergerakan petir langsung mengalir lewat kawat tersebut dan menuju bumi sehingga tidak membahayakan  orang orang di dalam gedung.

Sepanjang pergerakannya, petir memanaskan dengan cepat udara di sekitarnya. Udara panas mengembang secara eksplosif, menciptakan gelombang kejut saat udara di sekitarnya dikompresi dengan cepat. Udara kemudian berkontraksi dengan cepat saat mendingin. Ini menciptakan suara CRACK awal, diikuti dengan guruh saat kolom udara terus bergetar.

Jika kita mengamati langit, kita melihat kilat sebelum kita mendengar guruh. Itu karena cahaya bergerak jauh lebih cepat daripada gelombang suara. Kecepatan cahaya adalah 300000000 m/s. Sedangkan kecepatan suara di udara 340 m/s. Kita bisa memperkirakan jarak petir dengan menghitung berapa detik yang dibutuhkan sampai kita mendengar suara petir tersebut.

Misalnya kita melihat kilatan petir dan 3 detik kemudian baru kita dengar suara guruhnya. Maka Jarak petir itu dari kita sekitar 3 x 340 = 1020 meter atau 1 km. Kalau 5 detik kemudian kita mendengar suara guruhnya berati jaraknya 5 x 340 = 1700 meter atau 1,7 km dari kita.

Jadi untuk menghitung jarak petir kita hanya mengalikan waktu yang dibutuhkan suara petir sampai ke telinga kita dengan 340.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar